REPUBLIKACO.ID, DEPOK -- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono meninjau bahkan memimpin langsung razia besar-besaran untuk mencegah maraknya pembegalan motor yang terjadi di Jalan Akses UI, Margonda, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Rabu (25/2).Sebanyak 100 personel gabungan dari Polres Metro Depok dan Polsek Beji Depok dikerahkan dalam razia yang juga dilakukan di beberapa tempat di
Aksibegal payudara itu ramai di media sosial. Aksi diketahui terjadi di Jalan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (2/8/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. Setengah ketakutan, korban perlahan menceritakan apa yang dialaminya kepada Zidan (18) alias pacar korban. Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Klaten Berhasil
Kaur Bin Ops Krimum Polda Metro Jaya AKBP Fanani menyampaikan, pihaknya telah memeriksa senjata api yang digunakan oleh begal penembak seorang wanita hingga tewas di Kota Tangerang.Polisi menduga pelaku membeli barang tersebut di daerah Lampung. "Mereka biasanya beli dari Lampung. Kalau enggak dari Lampung, dari Palembang," tutur Fanani di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan
Lampungcentral berita koran, media, lampung provinsi lampung, bandarlampung, kota bandar lampung, metro, lampung raya, politik, budaya, kriminal nasional, pendidikan
Senin 18 April 2022 1157 Views Amiruddin Sormin Lampung Tengah GUNUNGSUGIH (Lampungpro.co): Jajaran Polsek Gunungsugih, Polres Lampung Tengah, berhasil meringkus pelaku begal. Pelaku berinisial RR (26) warga LK. 2 Kelurahan Komering Agung, Kecamatan Gunungsugih, Senin (18/4/2022) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
FAKTAJURNALIS.COM-Potongan video seseorang 'dicegat begal' dengan narasi lokasi di Lampung viral.Terkait video itu Polda Lampung langsung bergerak melakukan penyelidikan. Senin (25/10) Polda Lampung memanggil konten kreator M. Nasihin (28) untuk menjelaskan kebenaran video tersebut.
. Bandarlampung Antaranews Lampung - Arus mudik masih berlangsung di Jalan Lintas Sumatera wilayah Lampung pada Kamis sore atau sehari menjelang Lebaran 2018, sementara aparat kepolisian dan pihak terkait tetap berjaga untuk membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik. Berbagai kalangan menyebutkan arus mudik tahun ini umumnya berlangsung lancar dan aman, meski terdapat kasus pembegalan dan sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas, selama berlangsungnya arus mudik Lebaran 2018 di wilayah Lampung. Kasus pembegalan terhadap pengendara motor dan penumpangnya asal Jawa tujuan Lampung di Jalinsum Simpang Kates Lampung Selatan pada Sabtu 9/6 menjadi kasus menonjol, meski sebenarnya terjadi sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa. Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung, Suratno menyebutkan, sejak 8 Juni sampai dengan H-3 atau tiga hari menjelang Lebaran 2018, korban yang mengalami kecelakaan sebanyak 11 orang meninggal dunia dan 29 orang luka-luka Dari 11 orang yang meninggal dunia, 10 korban santunannya telah diselesaikan dan dana santunan telah diberikan kepada ahli waris korban. Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp 50 juta, sedang korban luka-luka mendapatkan biaya perawatan Rp20 juta. Upaya mengamankan arus mudik di Lampung, seperti meminimalkan kasus kecelakaan lalu lintas dan terjadinya aksi kejahatan, telah menjadi fokus pihak kepolisian digelarnya Operasi Ketupat 2018, yang merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan serentak di Polda seluruh Indonesia selama 18 hari mulai tanggal 7 sampai dengan 24 Juni 2018. Sebanyak personel gabungan dilibatkan dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 di Wilayah Provinsi Lampung. Aparat gabungan itu berasal dari Polda Lampung sebanyak 156 personel, Polres jajaran sebanyak personel dan instansi terkait sebanyak personel yang tersebar di 46 pos pengamanan, 16 pos pelayanan, 19 pos pantau dan 1 pos terpadu. Berkaitan itu, Kapolda Lampung Irjen Suntana menjamin keamanan dan kenyamaan pemudik pada arus mudik dan balik Lebaran 2018. "Polda Lampung dan jajaran akan menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat daerah setempat maupun pemudik yang akan ke Lampung," katanya saat meninjau arus mudik di pelabuhan penyeberangan di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Seperti apa derajat keamanan dan kenyamanan itu ? Kapolda Lampung mencontohkan di Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung, saat ini kondisinya aman dan nyaman sehingga pemudik tak perlu lagi khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, lanjutnya, di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung juga juga kondisinya sama, aman dan nyaman bagi para pemudik. "Kondisi Terminal Rajabasa aman dan nyaman. Saya memimpin langsung kegiatan disana, termasuk di Pelabuhan Bakauheni bersama Pak Anton GM ASDP Bakauheni red untuk ikut menyusun planning perencanaan pada arus mudik dan balik Lebaran," katanya. Masyarakat Antibegal Pembegalan motor sebenarnya bukan kejahatan yang baru. Namun, kasus pembegalan atas pemudik motor meski Operasi Ketupat 2018 sedang digelar, mendorong semua pihak untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah pembegalan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan seluruh Kapolres di Polda Lampung untuk memberantas pelaku pembegalan yang meresahkan masyarakat Lampung maupun para pemudik yang melintasi wilayah Lampung. Namun, Kapolri juga menyebutkan perlu peran aktif pemerintah untuk mengatasinya. Tindakan tegas diambil seperti perintah Kepala Polres Waykanan Polda Lampung, AKBP Doni Wahyudi, kepada anak buahnya dalam mengatasi pembegalan. Tindakan tegas aparat kepolisian itu juga mendapatkan dukungan dari Bupati Waykanan Raden Adipati Surya dalam memberantas pembegalan. Respons berkembang dalam mengatasi pembegalan adalah tindakan tegas yang dikombinasikan dengan upaya persuasif. Berkaitan itu, Kapolda Lampung Irjen Suntana segera membentuk "masyarakat antibegal" sebagai upaya untuk meminimalkan tindak pidana perampasan kendaraan begal atas sepeda motor. "Masyarakat yang merupakan para tokoh masyarakat, agama, adat serta pemuda dan sejumlah ormas dapat berperan dalam memberantas sejumlah penyakit masyarakat yang membuat resah masyarakat maupun pemudik," katanya. Kapolda Lampung menyebutkan, tujuan terbentuknya masyarakat antibegal merupakan salah satu wujud dari masyarakat Lampung yang perduli akan situasi keamanan di daerah setempat, khususnya kekhawatiran terhadap begal. Inisiatif tersebut, lanjutnya, bukan hanya sekarang, tetapi sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. "Kami juga melakukan upaya persuasif dan upaya penindakan serta tindakan tegas terus dilakukan kepada pelaku begal. Bukan sekarang saja tindakan tegas terhadap begal, tetapi sebelumnya juga telah dlakukan," katanya. Dengan terbentuknya masyarakat antibegal tersebut, Kapolda mengharapkan tidak terjadi lagi tindak pidana seperti begal. Selain itu, masyarakat Lampung dapat menjaga wilayahnya agar tidak terjadi tindak pidana tersebut. "Kita juga telah memiliki data kepolisian kantong-kantong begal di Lampung. Polisi juga telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga, kepala pekon, dan tokoh masyarakat di daerah tersebut agar tidak melakukan tindak kejahatan, namun jika masih tidak bisa dilakukan tindakan tegas," ujarnya lagi. Kapolda Lampung menegaskan bahwa penanganan begal selalu menjadi atensi atau perhatian Polda Lampung dan jajarannya, mengingat merupakan perintah pimpinan langsung dan juga demi kelancaran dan kenyamanan pemudik.
Sudah menjadi ikon dari provinsi Lampung yang sering dikenal sebagai sarang begal atau perampokan sepeda motor. Sebetulnya, tidak semua tempat yang ada di Lampung rawan akan kejahatan begal ini. Ada titik-titik daerah di Lampung yang masuk zona rawan Jajaran kepolisian daerah Polda Lampung merilis beberapa titik rawan pembegalan sepeda motor di wilayah provinsi Lampung. Data di Polda Lampung menunjukkan, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara dan Kota Bandarlampung merupakan tiga daerah paling menurut Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyoko, mengatakan untuk di wilayah Kabupaten Lampung Timur yang paling rawan begal yakni di daerah Jabung dan melinting. Sedangkan di Kabupaten Lampung Utara, yakni di Abung Timur dan Selatan. Sementara di Kota Bandar Lampung ada di daerah Tanjungkarang Barat dan begal di tiga titik kabupaten di Lampung tersebut didukung oleh sepinya jalan yang menjadi lintasan antar kabupaten/kota. Jalan yang rusak juga menjadi alasan para pelaku begal gampang untuk melancarkan koban pembegalan itu melawan saat dibegal, maka pelaku tidak segan-segan melukai sampai mebunuh korban. Motor-motor hasil begal ditampung di salah seorang anggota komplotan begal. Kemudian, sebagian suku cadangnya dipereteli. Ada juga motor yang dijual utuh dengan harga miring kepada untuk saat ini kondisi kejahatan begal di Provinsi Lampung sudah mulai mengurang. Sejak ramainya pengendara yang melintas dikawasan dan jalan-jalan mulai diperbaiki. Dari pihak kepolisian penanggung jawab keamanan Negara, mulai memperketat keamanan di titik kerawanan kejahatan begal tersebut.
Bandarlampung ANTARA Lampung - Sejumlah pihak di daerah ini mengaku prihatin, menyikapi fenomena Provinsi Lampung yang dituding sebagai sarang begal dan daerah sumber konflik. Provinsi Lampung belakangan ini memang terkenal sebagai daerah begal, dianggap sebagai wilayah yang menjadi sarang pelaku kejahatan perampasan sepeda motor maupun pelaku tindak kriminal yang tidak saja terjadi di daerah ini, tapi juga sampai "mengekspor" pelakunya ke sejumlah daerah lain di Indonesia. "Lampung yang identik dengan daerah begal dan sering terjadi konflik sosial merupakan stigma yang harus segera dihilangkan dengan berbagai langkah antisipasi, baik pencegahan maupun penanganan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan melibatkan para pihak terkait," kata Direktur Intelkam Polda Lampung, Kombes Mochammad Rodjak Sulaeli, dalam sebuah dialog publik menyoal Penanganan Konflik Sosial Horizontal di Lampung, diselenggarakan oleh Puslitbang Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah LPPM Universitas Lampung Unila belum lama ini. Dialog yang menghadirkan Wakil Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, Pembantu Rektor III Unila Prof Sunarto DM, akademisi, LSM, dan berbagai kalangan masyarakat Lampung lainnya termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, birokrat, unsur TNI/Polri, kalangan profesional, ormas dan berbagai unsur masyarakat Lampung lainnya, merumuskan sejumlah langkah harus dilakukan untuk menangani tindak kriminalitas dan potensi konflik sosial di daerah ini. Menurut Sulaeli, untuk mengantisipasi semua itu, Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong sudah menginstruksikan agar jajaran kepolisian di Lampung diminta selalu bersiaga, dan setiap saat harus siap ditugaskan membantu warga di daerah ini yang sedang menghadapi masalah kamtibmas itu. Sulaeli juga membeberkan data potensi konflik sosial di Lampung, setidaknya terdapat pada 55 titik yang tersebar pada kabupaten dan kota di daerah ini, yaitu 49 titik berpotensi terjadi konflik politik, ekonomi, sosial budaya, dan tiga titik berpotensi terjadi permasalahan suku, agama, ras dan antargolongan SARA. "Potensi konflik itu harus segera diantisipasi agar tak sampai meluas," katanya pula. Dia pun mengakui, seringkali secara tiba-tiba mendapatkan informasi dari jajarannya atas kejadian di lapangan yang berpotensi terjadi benturan antarkelompok masyarakat di daerah ini. Seringkali pemicu masalah itu justru hal yang sebenarnya sepele. "Tapi kami di kepolisian, tetap harus selalu bersiaga dan cepat bertindak untuk menangani permasalahan tersebut, agar tak sampai meluas dan menimbulkan konflik sosial yang memakan korban jiwa dan kerugian materiil besar yang dialami masyarakat," kata dia lagi. Kombes Rodjak Sulaeli yang pernah bertugas di sejumlah daerah itu, membenarkan bahwa sejak awal sudah diingatkan ketika bertugas di Lampung untuk perlu lebih berhati-hati, mengingat tindak kriminalitas pembegalan sepeda motor maupun aksi kriminal sering terjadi di Lampung, dan konflik antarwarga diketahui mudah meletup hanya dipicu permasalahan sepele. Ia pun menyebutkan fakta berdasarkan data crime indeks di Lampung tahun 2015 hingga saat ini, menunjukkan kasus paling menonjol adalah pencurian dengan pemberatan curat sebanyak 368 kasus, disusul kasus narkoba 318 kasus, pencurian sepeda motor dengan pemberatan 246 kasus dan pencurian sepeda motor dengan kekerasan sebanyak 97 kasus. Sedangkan kasus pencurian dengan kekerasan curas sebanyask 148 kasus, dan penganiayaan berat anirat 16 kasus dan kasus pembunuhan empat kasus. Pelaku tindak kejahatan pembegalan sepeda motor itu, baik dalam bentuk pencurian sepeda motor dengan pemberatan maupun kekerasan, menurut dia, di antaranya dilakukan remaja namun umumnya bertindak sadis dan tanpa kompromi serta tak ada belas kasihan kepada para korbannya. "Dulu, pelaku kejahatan itu masih tawar menawar dengan korbannya, mau pilih harta atau nyawa. Sekarang tidak lagi, bila korban melakukan aktivitas yang dianggap sebagai bentuk perlawanan, pelaku begal tak segan mencelakai bahkan membunuh korbannya," ujarnya pula. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu, sedikitnya dua personel kepolisian Lampung menjadi korban pelaku begal itu, hingga kedua korban akhirnya tewas. "Satu korban personel kami di Metro sempat melawan pelaku begal itu, tapi karena sedang tidak membawa senjata api, beberapa pelakunya akhirnya dapat melukai dan melumpuhkannya. Korban setelah sempat dirawat di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia," kata dia lagi. Seorang anggota Brimob Lampung di Bandarlampung juga menjadi korban aksi pembegalan, dengan ditembak oleh pelaku hingga meninggal dunia tak jauh dari rumahnya. Korban aksi pembegalan di sejumlah daerah di Lampung hingga kini juga terus berjatuhan dari kalangan warga masyarakat biasa. Pelaku juga seperti tak memilih siapa saja korbannya, tak lagi pandang bulu, yang penting bisa merampas paksa sepeda motor yang diincar dari para korbannya. Kondisi tersebut, ujar dia, menjadikan daerah Lampung mendapatkan predikat sebagai provinsi begal dan sekaligus sebagai daerah yang seringkali terjadi konflik antarwarga hanya karena permasalahan sepele. Menghadapi semua permasalahan kriminalitas itu, terutama aksi pembegalan dan potensi konflik yang tinggi di Lampung, menurut dia, jajaran Polda Lampung terus berupaya mengantisipasinya. Polda Lampung sebelumnya juga telah menggagas adanya forum "Rembug Pekon" yang menjadi sarana dini pencegahan dan penanganan konflik sosial di daerah ini. Bentuk Tim AntibanditPolda Lampung telah membentuk Tim Khusus Antibandit TEKAB 308 yang secara khusus menyasar pelaku pembegalan dan tindak kriminalitas lainnya yang menonjol di daerah ini. Tim ini pun mulai bekerja dan memberikan hasil menggembirakan. Tim Khusus Antibandit 308 jajaran Kepolisian Resor Kota Bandarlampung telah mengungkap 46 kasus tindak kejahatan di wilayah ini. Kapolresta Bandarlampung Kombes Polisi Hari Nugroho, menjelaskan dalam jangka waktu satu bulan setelah tim antibandit ini dibentuk, telah mengungkap 46 kasus tindak kejahatan, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. "Dalam kasus tersebut, kami berhasil mengamankan 41 tersangka, dengan sejumlah barang bukti kejahatan," kata dia lagi. Dalam satu bulan ini, kata dia, kasus yang paling menonjol, yakni tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebanyak 32 kasus, sebanyak 18 di antaranya kasus pecah kaca. Ia memerinci 46 kasus tersebut, yakni pencurian dengan kekerasan ada lima kasus, dan pencurian kendaraan bermotor sebanyak sembilan kasus. "Kasus paling menonjol dalam satu bulan terakhir, yakni pecah kaca mobil dan 14 kasus membongkar rumah kosong, sedangkan pencurian dengan kekerasan mulai menurun," kata Kapolresta Bandarlampung itu pula. Dia menyebutkan satu kasus pelakunya menggunakan senjata api, yakni pencurian dengan kekerasan atau begal. Adapun perinciannya 41 tersangka itu adalah 26 tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan lima tersangka, dan 10 tersangka terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor. Menurut Kombes Nugroho, barang bukti yang diamankan dari para tersangka berupa sepucuk senjata api rakitan, dua butir peluru, sebilah golok, pisau jenis badik, dua unit sepeda motor, kunci leter T, linggis, satu unit televisi, satu unit CPU, satu tabung gas, dan beberapa barang bukti lainnya hasil kejahatan mereka. "Ini merupakan hasil ungkap kasus Tim Khusus Antibandit 308 Polresta Bandarlampung dan polsek-polsek di sini selama satu bulan setelah dibentuk. Anggota kepolisian bekerja sudah secara maksimal, melakukan pengungkapan kasus tersebut yang terjadi di wilayah hukum Kota Bandarlampung," kata dia lagi. Tim Khusus Antibandit itu digencarkan jajaran kepolisian di Lampung, untuk menekan tindak kriminalitas, terutama pelaku begal sepeda motor, agar kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat kamtibmas menjadi semakin membaik. Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat dan warga di Lampung juga telah mendesak aparat kepolisian setempat untuk dapat menindak tegas pelaku begal dan tindak kriminalitas yang cenderung meningkat di daerah ini. Muliawan, warga Bandarlampung, mengungkapkan di rumah kontrakannya di kawasan Tanjungkarang Timur Kota Bandarlampung dalam sepekan ini, dilaporkan sudah empat unit sepeda motor hilang dicuri dan belum diketahui siapa pelakunya yang sedang diburu kepolisian setempat. Di Kampus Universitas Lampung Unila, berkali-kali pula dilaporkan terjadi pencurian sepeda motor milik mahasiswa yang diparkirkan di lingkungan kampus ini, kasus terakhir dialami mahasiswa Fakultas Teknik Unila. Saking kesalnya, sejumlah warga bahkan minta aparat kepolisian menembak mati saja pelaku begal dan tindak kriminalitas yang tak kenal kasihan dan menyasar korban hampir semua kalangan masyarakat itu. Beberapa kali korban aksi pembegalan adalah pelajar, mahasiswa dan kaum ibu yang dilukai, bahkan dicelakai hingga meninggal dunia. Kepala Kepolisian Daerah Polda Lampung, Brigjen Edward Syah Pernong menegaskan keberadaan Tim Khusus Antibandit TEKAB 308 wajib bertindak tegas saat menjalankan tugas untuk memberantas kejahatan di daerah itu. "Jangan sampai kejadian seperti yang sudah-sudah terulang lagi, jadi mereka harus bertindak tegas dalam setiap aksi pemberantasan kejahatan," kata Kapolda Lampung itu, saat peresmian TEKAB 308, di Bandarlampung, Senin 28/9. Menurutnya, upaya mengamankan Provinsi Lampung harus menjadi prioritas utama, sehingga mampu menunjang terlaksana percepatan pembangunan di daerah tersebut. Ia menegaskan, TEKAB 308 harus tetap menjaga keselamatan diri dalam setiap upaya pengamanan wilayah. "Langkah-langkah represif akan terus dilakukan, sehingga tindak kejahatan dapat ditekan hingga tidak sampai meluas," kata Kapolda Lampung itu. Edward Syah Pernong menegaskan bahwa TEKAB 308 akan menjadi ujung tombak pengamanan di Provinsi Lampung. Dia juga mengapresiasi kinerja TEKAB 308 itu yang mampu memecahkan kasus kejahatan kurang dari dua hari. "Saya senang TEKAB 308 bisa bekerja maksimal, sehingga mampu memulihkan kepercayaan masyarakat kepada polisi," katanya lagi. Kapolda berharap keamanan di lingkungan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga kenyamanan akan kembali terwujud. "Saya meminta seluruh personel TEKAB 308 dapat menjaga nama baik serta terus mengejar pelaku kejahatan secara represif dan tegas," ujar dia. Berkaitan itu pula, pemerintah dan jajaran institusi penegak hukum diingatkan untuk selalu hadir dan sigap dalam mengantisipasi terjadi konflik dan gangguan kamtibmas, yaitu melakukan upaya pencegahan konflik sosial jangan sampai terjadi atau meluas, menangani konflik secara tepat dan cepat, serta mengatasi dan melakukan upaya pemulihan pascakonflik untuk menjamin kehadiran negara dan aparaturnya di tengah masyarakat. Kalangan pemerintahan dan penegak hukum maupun para tokoh di Lampung itu umumnya tak sepakat mengidentikkan Lampung sebagai daerah begal dan wilayah yang selalu berkonflik. Mereka berharap pula agar masyarakat banyak juga dapat menertibkan dan menata diri, dengan tidak membiarkan aksi begal dan tindak kriminalitas semakin merajalela di daerah ini, termasuk tak membiarkan mereka terlibat dalam konflik sosial akibat hal yang sepele. Para pihak itu bersepakat untuk mencari akar masalah semua itu, sehingga dapat bersama-sama mengupayakan segera mengatasinya, sekaligus pelan tapi pasti menepiskan citra buruk Lampung sebagai daerah begal dan wilayah yang selalu berkonflik. Prof Fauzi Nurdin, akademisi dari IAIN Raden Intan Lampung mengingatkan pula para pihak untuk juga dapat mendalami dan memahami karakter masyarakat Lampung, sehingga menjadi acuan dalam upaya mengatasi tindak kriminalitas dan potensi konflik sosial yang tinggi itu. "Aspirasi dan suara masyarakat harus benar-benar didengarkan dan diperhatikan, sehingga berbagai masalah itu bisa kita atasi bersama dengan baik," ujar Fauzi pula. "Kita semua merasa malu kalau Lampung masih terus identik dengan daerah begal dan wilayah sumber konflik," ujar Tajudin Noor, salah satu tokoh masyarakat Lampung pula. Karena itu, menurutnya, semua pihak harus mendorong akar masalah aksi pembegalan dan konflik yang masih mudah meletup di daerah ini dapat segera ditangani secara baik, bukan hanya mengandalkan aparat kepolisian maupun TNI sebagai pemadam kebakaran saat terjadi masalah, tapi dapat mencegah lebih dini dan menguatkan masyarakatnya sendiri. "Bagaimana Lampung akan membangun dan menyejahterakan masyarakatnya, bagaimana dunia usaha dan investasi akan masuk ke daerah ini, kalau potensi konflik yang tinggi dan tindak kriminalitas tidak segera dapat diatasi bersama-sama," ujar Tajudin lagi.
LAMPUNG, - Kondisi Provinsi Lampung yang rawan pencurian dengan kekerasan curas menjadi perhatian Kapolda Lampung yang baru, Irjen Hendro Sugiatno. Hendro berjanji akan membasmi para pelaku curas atau begal untuk menjamin keamanan masyarakat. Hendro mengatakan, kepolisian akan menindak tegas para begal juga Usai Pergi Memesan Nasi Kotak, Mahasiswi di Lampung Ini Menghilang "Itu begal yang meresahkan masyarakat, kita tindak tegas," kata Hendro usai pisah sambut di Graha Wiyono Siregar Mapolda Lampung, Sabtu 6/3/2021.Hendro meminta agar anggotanya memanfaatkan kemampuan dalam penindakan terhadap pelaku kejahatan. “Itu anggota kan sudah ada senjata, yaitu gunanya. Begal kita tindak tegas,” kata Hendro. Selain itu, Hendro meminta agar jajaran Polda Lampung mulai dari polsek hingga polres di setiap kabupaten untuk selalu siap siaga. Menurut Hendro, sejumlah hal yang menuntut kesiapsiagaan anggota Polri menjadi tantangan ke depan. "Ke depan akan semakin kompleks, menghadapi keamanan dan ketertiban masyarakat yang dinamis, bencana alam, isu nasional, terutama di masa pandemi Covid-19 ini," kata Hendro. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
 Berita Metro Minggu, 8 Maret 2015 - 0554 WIB - Jajaran kepolisian daerah Polda Lampung merilis beberapa titik rawan pembegalan sepeda motor di wilayah provinsi Lampung. Data di Polda Lampung menunjukkan, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara dan Kota Bandarlampung merupakan tiga daerah paling Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyoko, mengatakan untuk di wilayah Kabupaten Lampung Timur yang paling rawan begal yakni di daerah Jabung dan melinting. Sedangkan di Kabupaten Lampung Utara, yakni di Abung Timur dan Selatan. Sementara di Kota Bandar Lampung ada di daerah Tanjungkarang Barat dan Sukarame. “Seluruh wilayah yang menjadi titik rawan ini karena kondisinya sepi dari pemukiman penduduk dan minim penerangan jalan,” ujar Purwo, polisi mengalami kesulitan dalam mengungkap jaringan komplotan begal. Pasalnya, jika ada yang tertangkap satu pelaku, banyak yang bungkam dan enggan menyebutkan rekan-rekannya. Para pelaku begal ini setiap menjalankan aksinya mempunyai ciri khas sendiri-sendiri, seperti menggunakan senjata api dan senjata tajam. ”Seperti yang ditangkap di wilayah Jakarta, ciri khas Lampung adalah pelaku begal pakai senjata api,” kata mengaku akan bertindak tegas dalam menangani para pelaku begal ini. Berdasarkan hasil yang diungkap polisi di jajaran Polda Lampung, rata-rata para pelaku begal berumur kisaran antara 20-25 pelaku yang masih remaja ini kerap ikut-ikutan rekannya dan mencoba untuk melakukan aksi kejahatan pembegalan sepeda motor. “Dalam tiap penggerebekan, kami tidak segan-segan melumpuhkan para pelaku yang berusaha melawan dan kabur dengan timah panas,” tegasnya.Pujiansyah / Lampung![vivamore="Baca Juga "][/vivamore] Aplikasi Antibegal Bikinan Mahasiswa ITS Aplikasi itu dapat dimanfaatkan juga untuk kondisi darurat lain. 11 Agustus 2016
Aksi kriminal begal kini kian marak terjadi di beberapa daerah. Tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam hari pelaku aksi kejahatan begal nekat merampas atau merampok harta benda dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membunuh korban. Pengendara motor akan menjadi korban yang paling ditargetkan oleh para pelaku. Oleh karena itu, kenali beberapa wilayah atau daerah paling rawan begal berikut ini agar dapat berhati-hati dan mengurangi risiko menjadi korban pembegalan saat berkendara. Tanjung Priok, Jakarta UtaraPasuruan, Jawa TimurTangerangDepokMakassar Lampung Konsultasi Hukum Gratis di PerqaraReferensi Tanjung Priok, Jakarta Utara Tanjung Priok memang menyimpan banyak sejarah, antara lain dikenal sebagai kawasan rawan kejahatan. Umumnya, korban begal di Tanjung Priok adalah pengendara sepeda motor yang melintasi kawasan tersebut. Penyebab daerah Tanjung Priok rawan begal dikarenakan jalanan yang sepi pengendara dan tidak ketatnya pengawasan dari pihak berwenang pada malam hari maupun subuh. Salah satu kasus begal yang pernah terjadi di Tanjung Priok adalah pada 12 Juli 2022, dimana 2 remaja berinisial NI dan EW melakukan pembunuhan pelaku begal terhadap seorang berinisial YJ. Kasus ini bermula saat korban tiba di kosnya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok pada pukul WIB. Lalu saat korban masih berada di pintu gerbang kosnya, para pelaku mendekat dan menyerang korban dengan senjata tajam untuk mengambil harta benda korban. Akibat perbuatan para pelaku, korban dinyatakan meninggal dunia. Para pelaku pun terancam hukuman penjara 5 tahun akibat tindak pencurian dan kekerasan yang dilakukannya. Maka dari itu, sangat penting bagi pihak Kepolisian Tanjung Priok untuk memperkuat pengawasan dalam mengatasi tindak kejahatan begal. Hal ini juga diyakini oleh Kompol Ricky Prenata Vevaldy, Kapolsek Tanjung Priok yang berjanji akan menanggulangi tindak kejahatan begal di wilayahnya. Pasuruan, Jawa Timur Kota Pasuruan terkenal dengan kasus kejahatan begal yang sangat seram. Daerah yang sangat rawan begal antara lain di Perbatasan Malang, Jalur Wonorejo-Purwosari, Bangil-Pandaan, Pengkol, Kraton-Bangil, Grati, Rangge-Pasrepan, Rejoso-Probolinggo. Hal ini disebabkan daerah Pasuruan banyak jalanan yang minim penerangan dan sepi pengendara. Orang desa Pasuruan mengenalnya dengan istilah “Tuwang” yang artinya lokasi sepi yang minim penerangan diselimuti pepohonan dan semak belukar yang luas. Untuk itu, jika anda melewati daerah tersebut, usahakan tidak melewatinya pada jam-jam yang memungkinkan terjadinya begal malam hari dan subuh, lebih baik tidak sendirian atau tidak menggunakan sepeda motor. Tangerang Diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono menilai kota Tangerang, Banten menjadi salah satu wilayah yang rawan begal. Unggung menilai bahwa mudahnya akses di wilayah Tangerang dari Lampung melalui Pelabuhan Merak adalah salah satu faktor penyebab terjadinya begal. Selain itu, dikarenakan jalanan gelap kurangnya penerangan yang memberikan kesempatan kepada para pelaku untuk melakukan aksi kejahatannya. Dengan demikian, maka diperlukan peningkatan pengalaman dan pengawasan, dengan melakukan patroli malam menjelang pagi. Selain itu, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi pembegalan. Unggung mengatakan akan mempertebal pemeriksaan di seluruh wilayah seperti dengan cara melakukan razia skala besar. Jika masyarakat mendapati pelaku begal, maka dihimbau untuk tidak main hakim sendiri, masyarakat lebih baik menyerahkan mereka kepada pihak Kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Depok Kepolisian Resor Kota Depok menyebutkan terdapat tujuh lokasi di Depok yang rawan terjadinya kriminalitas, terutama terjadi pada malam hari. Tujuh wilayah tersebut antara lain Sukmajaya, Beji, Bojong, Pancoran Mas, Cimanggis, Sawangan, dan Limo. Menurut Kriminolog Chazizah Gusnita, menilai sebenarnya aksi begal yang terjadi Depok bukanlah fenomena baru, karena sudah sering terjadi. Menurutnya, alasan Depok menjadi kawasan begal adalah karena letak geografis Depok yang sangat menguntungkan para pelaku begal untuk melarikan diri. Depok merupakan wilayah perlintasan. Terlebih mayoritas masyarakat Depok adalah masyarakat urban yang sehari-hari meninggalkan rumah untuk bekerja dan kembali pada malam hari. Oleh karena itu, para pelaku dapat menjalani aksi begalnya untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari para korban. Makassar Menurut Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Kombes Fery Abraham, 70% dari para penjahat begal di Makassar merupakan anak di bawah umur. Salah satu penyebab para pelaku melakukan begal karena ekonomi. Dikatakan oleh Ferry bahwa para pelaku tersebut ingin memakai narkoba sehingga mereka rela menjadi pelaku begal untuk mendapatkan uang. Pengamat Hukum dari Universitas Bosowa 45, Marwan Mas, mengatakan bahwa selain anak remaja, para penjahat begal yang sudah dewasa juga melakukan regenerasi dengan menjaring anak-anak muda dikarenakan angka kemiskinan terus meningkat di Makassar. Para pelaku begal akan menghalau segala cara untuk mendapatkan harta benda demi mengatasi kemiskinan. Lampung Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih mengungkapkan terdapat 2 penyebab wilayahnya menjadi rawan begal. Pertama, karena kondisi lampung yang masih relatif sepi dan minimnya penerangan jalanan umum. Kedua, terjadinya pembegalan juga dikarenakan dampak dari penggunaan narkoba. Pelaku begal banyak berasal dari Lampung Utara, dimana pelaku mengkonsumsi narkoba yang memicu kejahatan. Oleh sebab itu, Kepolisian Daerah Lampung terus melakukan pengawasan rutin di daerah rawan kejahatan dan dihimbau masyarakat tidak bepergian di malam hari, apalagi sendirian. Dari banyaknya daerah rawan begal di Indonesia, dapat diketahui bahwa penyebab terjadinya begal dikarenakan faktor ekonomi. Selain itu juga dikarenakan jalanan sepi, kurangnya penerangan di jalan yang membuat para pelaku dapat menjalankan aksinya. Jika Sobat Perqara berada di 6 daerah yang telah disebutkan di atas, selalu berhati-hati dan sadar akan sekitar, ya! Konsultasi Hukum Gratis di Perqara Apabila Sobat Perqara memiliki permasalahan hukum terkait permasalahan ini, Sobat dapat mengobrol langsung dengan advokat profesional secara gratis hanya di Perqara. Dapatkan konsultasi hukum gratis untuk mendapatkan solusi hukum tepat kapan pun dan di mana pun. Baca juga Bisakah Konsultasi Hukum Gratis? Simak Caranya! Artikel ini telah disunting oleh Tim Redaksi Perqara Referensi Antara, “Akhir Pelarian Remaja Sadis Pelaku Begal dan Pembunuhan di Tanjung Priok” Juli 17, 2022, diakses pada 17 Oktober 2022, Ahmad Rahmansyah, “Tanjung Priok Rawan Begal, Emak-Emak Resah, Kapolsek Kita Perkuatan Pengawasan, Februari 18, 2022. diakses pada 17 Oktober 2022, Winda Destiana Putri, “Kapolda Tangerang Nomor Satu WIlayah Rawan Begal”, Maret 2, 2015. diakses pada 17 Oktober 2022, Cynthia Lova, “Polisi Sebut Ada 7 Titik Rawan Kejahatan di Depok”, Agustus 10, 2018. diakses pada 17 Oktober 2022, Debbie Sutrisno, “Pembegalan Semakin Marak di Makassar”, September 18, 2015. diakses pada 17 Oktober 2022, Gede Bagus Wahyu, “Lampung Rawan Begal, Ini Penyebabnya”, September 2, 2015. diakses pada 17 Oktober 2022,
begal di metro lampung